RANGKUMAN MATERI BAHASA INDONESIA
KELAS X SEMESTER 2 KURIKULUM 2013
BAB I
TEKS PROSEDUR KOMPLEKS
1. Pengertian Teks
Prosedur Kompleks
Teks
bersinonim dengan wacana atau bacaan. Prosedur merupakan cara atau langkah
dalam melakukan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan kompleks
merupakan sesuatu yang rumit. Sesuatu
yang rumit memerlukan penjelasan agar dapat diterima oleh pembaca atau
pendengar.
Jadi,
teks prosedur kompleks adalah teks/wacana yang
berisi langkah-langkah atau tahap-tahap yang harus ditempuh untuk mencapai
tujuan dan setiap tahap harus disertai dengan penjelasan.
Terdapat
juga teks prosedur sederhana. Teks ini tidak memerlukan penjelasan tiap
langkahnya. Contoh: cara membuat layang-layang, menghidupkan komputer, memasak
nasi goreng, dan lain sebagainya.
2. Struktur Teks
Prosedur Kompleks
Struktur
teks prosedur kompleks terdiri atas dua hal:
1. Tujuan
Tujuan berisi hasil akhir yang akan
dicapai, misalnya dengan memperhatikan
hal-hal berikut anda tidak akan dirugikan dan mendapat sanksi sesuai dengan
peraturan.
2. Langkah-Langkah
Langkah-langkah berisi tata cara yang harus
ditempuh agar tujuan tercapai. Setiap langkah harus disertai penjelasan agar
pembaca jelas. Contoh: Pertama, kenali petugas. Dengan mengenali petugas….
Urutan langkah dalam teks prosedur kompleks
tidak dapat diubah-ubah.
3. Kaidah Kebahasaan
dalam Teks Prosedur Kompleks
Unsur kebahasaan yang sering digunakan dalam
teks prosedur kompleks antara lain sebagai berikut:
a. Kalimat
imperatif (perintah), deklaratif (pernyataan/berita), dan interogatif (tanya)
b. Konjungsi:
1). Konjungsi yang
menyatakan syarat dan pilihan. Keduanya menggunakan konjungsi yang sama, yaitu
jika, apabila, dan seandainya.
2). Konjungsi temporal,
yaitu konjungsi yang mengacu pada urutan waktu dan sekaligus menjadi sarana kohesi (kepaduan) teks.
Contoh: pertama, kedua, setelah, berikutnya, dan sejenisnya.
c. Partisipan
Partisipan merupakan tokoh atau pelaku dalam
teks prosedur kompleks. Secara umum partisipan berupa manusia, termasukdi
dalamnya kata ganti, seperti –nya, ia,
dia, dan lain-lain.
d. Verba
material dan verba tingkah laku
Verba material adalah verba yang mengacu pada
tindakan fisik, misalnya menulis, membawa, berjalan, dan sebagainya. Sedangkan,
verba tingkah laku adalah verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan dengan
ungkapan verbal (bahasa), misalnya menerima, menolak, menharap, dan sebagainya.
Unsur Kesusasteraan
Prosedur Membaca Puisi
Prinsip mendasar yang dikuasai
agar dapat membaca puisi dengan baik antara lain:
a. Volume
suara
b. Artikulasi
atau pengucapan
c. Intonasi
yang meliputi penggalan kata dan tinggi rendahnya suara
d. Gerak
tubuh (pantomimik) yang meliputi kaki, tangan, tubuh, dan kepala
e. Gerak
wajah (mimik) merupakan ekspresi yang sesuai dengan karakteristik dan suasana
yang digambarkan dalam puisi.
f. Pandangan
mata.
Teknik membaca puisi di atas
pentas
a. Pakaian
rapi sesuai dengan tema puisi
b. Berdiri
tegak dan tenang
c. Menguasai
pentas dan penonton dengan mengarahkan pandangan ke seluruh penjuru sambil
menganggukkan kepala memberikan penghormatan
d. Menghayati
puisi dengan memahami isi dan pesannya
e. Membaca
puisi dengan artikulasi, volume, dan intonasi yang tepat.
f. Mengatur
napas dengan baik
g. Memusatkan
perhatian pada puisi yang dibaca.
4. Menginterpretasi Teks
Prosedur
Menginterpretasi teks prosedur kompleks
berarti memberikan pemaknaan terhadap isi teks. Adapun cara memaknai teks
prosedur kompleks adalah sebagai berikut:
1. Membaca
teks secara keseluruhan
2. Memberikan
pemaknaan terhadap kata-kata yang dianggap sulit (istilah teknis dan istilah
asing)
3. Memberikan
makna terhadap keseluruhan isi teks sesuai dengan tema yang disajikan.
5. Membandingkan Teks
Prosedur Kompleks
Membandingkan teks prosedur kompleks dapat
dilakukan dengan membandingkan dua teks prosedur untuk mengetahui persamaan dan perbedaan yang terkandung di dalam teks tersebut. Hal yang
dibandingkan berupa struktur, isi,dan unsur/kaidah kebahasaan
6. Menganalisis Teks
Prosedur Kompleks
Secara umum analisis dilakukan untuk mengetahui isi setiap
tahapan struktur teks.
7. Mengevaluasi Teks
Prosedur Kompleks
Evaluasi teks bertujuan untuk memberikan
penilaian atas kelebihan dan kekurangan suatu teks. Unsur yang dievaluasi
meliputi struktur teks, kebahasaan, dan isinya.
8. Memproduksi Teks
Prosedur Kompleks
Memproduksi atau menyusun teks berarti
menuangkan gagasan dalam bentuk teks prosedur kompleks dengan struktur dan
kaidah yang benar.
Langkah-langkah memproduksi teks prosedur
kompleks adalah sebagai berikut:
a. Menentukan
tema
b. Mengumpulkan
sumber informasi baik dari media cetak, elektronik, maupun wawancara langsung
c. Mengembangkan
informasi yang telah dikumpulkan ke dalam langkah-langkah yang saling
berkaitan.
d. Menulis
teks prosedur kompleks secara utuh
e. Menentukan
judul
9. Menyunting Teks
Prosedur Kompleks
Menyunting adalah suatu kegiatan mengedit,
mengubah, atau merapikan susunan letak atau penggunaan bahasa sebuah naskah
tanpa mengubah makna. Menyunting merupakan kegiatan merapikan naskah dengan melihat, membaca, atau memperbaiki
naskah secara keseluruhan dari segi tata bahasa maupun segi materi, penyajian,
kelayakan, dan kebenaran isi naskah.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menyunting:
a. Diksi
b. Ejaan
c. Tanda
baca
d. Keefektifan
kalimat
e. Sistematika
penulisan
f. Kebenaran
konsep
10.
Mengabstraksi
Teks Prosedur Kompleks
Mengabstraksi hamper sama
dengan meringkas yaitu mengungkapkan isi bacaan dengan bahasa sendiri tanpa
mengubah isinya. Mengabsrtaksi teks prosedur kompleks berarti meringkas teks
prosedur dengan mengambil inti setiap langkah prosedur. Hasil abstraksi ini akan
menyerupai prosedur sederhana agar lebih mudah dipahami.
11.
Mengonversi
Teks Prosedur Kompleks
Mengonversi teks prosedur kompleks berarti
mengubah teks prosedur menjadi teks dalam bentuk lain seperti teks berita, teks dialog,
teks cerpen, dan lain-lain. Meskipun
bentuk konversi sudah berubah dari teks asli, isi teks harus tetap sama. Hasil
konversi ini digunakan untuk mempermudah pemahaman pembaca sesuai dengan teks
yang diinginkan.
BAB II
TEKS NEGOSIASI
1.
Pengertian
Teks Negosiasi
Negosiasi merupakan bentuk
interaksi social yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan di antara
pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda. Jadi, teks negosiasi
adalah teks yang berisi interaksi dua orang atau lebih untuk mencapai
kesepakatan karena terdapat perbedaan kepentingan di antara mereka.
Tujuan negosiasi adalah
mengurangi perbedaan posisi setiap pihak.
Negosiasi dapat dilakukan
secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung artinya satu pihak
berdialog langsung dengan pihak yang lain. Sedangkan, secara tidak langsung
artinya salah satu atau kedua belah pihak mewakilkan orang lain. Cara ini sering disebut juga dengan mediasi.
2.
Struktur
Teks Negosiasi
Struktur teks negosiasi
sangat sederhana, meliputi tiga hal:
a. Pembukaan
Bagian ini secara umum
berisi salam, perkenalan, dan pengantar singkat.
b. Isi
Pada bagian ini memuat
tujuan pembicaraan, proses pembahasan masalah, dan hasil pembicaraan.
c. Penutup
Secara umum penutup berisi
ungkapan selamat, terimakasih dari kedua pihak, serta salam.
Di samping struktur di atas,
juga terdapat struktur negosiasi yang lebih lengkap, kompleks, dan menjadi rujukan utama seperti berikut ini:
a. ORIENTASI
b. PERMINTAAN
c. PEMENUHAN
d. PENAWARAN
e. PERSETUJUAN
f. PEMBELIAN
g. PENUTUP
Struktur di atas bersifat
fleksibel, artinya bisa kurang dan lebih tergantung kompleksitas objek yang
dinegosiasikan.
Negosiasi juga dapat
dilakukan melalui surat-menyurat. Bahkan, dapat dilakukan juga melalui media
social seperti sms, BBM, facebook, twitter, dan sebagainya.
Agar negosiasi berjalan
lancar perlu dilakukan tindakan berikut:
1) membuat
kesepakatan
2) menyampaikan
alasan mengapa harus ada kesepakatan
3) membandingkan
beberapa pilihan
4) memperjelas
dan menguji pandangan yang dikemukakan
5) mengevaluasi
kekuatan dan komitmen bersama
6) menetapkan
dan menegaskan kembali tujuan negosiasi.
Selain itu, untuk
menghindari kesalahpahaman dan salah penafsiran, negosiasi harus dilakukan
dengan santun, yakni dengan:
a. mengarahkan
pembicaraan pada tujuan praktis
b. mengengakomodasi
perbedaan dari kedua pihak
c. mengajukan
pandangan tanpa memalukan kedua belah pihak
d. membagi
tugas dan tanggung jawab
e. memprioritaskan
dan mengelompokkan saran atau pendapat dari kedua belah pihak.
Ditinjau
dari isinya, negosiasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. menghasilkan
kesepakatan
b. saling
menguntungkan
c. berorientasi
pada solusi atau penyelesaian
d. mengarah
pada tujuan praktis
e. memprioritaskan
kepentingan bersama
3.
Kaidah
Kebahasaan dalam Teks Negosiasi
a. Bahasa
negosiasi bersifat persuasif. Maksudnya, bahasa yang digunakan untuk meyakinkan
lawan tutur bersifat mempengaruhi
dan membujuk.
b. Banyak
menggunakan tuturan berpasangan:
mengucap salam - menjawab salam, bertanya – menjawab/tidak menjawab, meminta –
memenuhi/tidak memenuhi, menawarkan – menerima/menolak, dan sebagainya.
c. Menggunakan
bahasa yang santun, yaitu
menunjukkan sikap dan perkataan yang menghargai orang lain.
4. Membandingkan
Teks Negosiasi
5.
Menganalisis
Teks Negosiasi
6.
Mengevaluasi
Teks Negosiasi
7.
Menginterpretasi
Teks Negosiasi
8.
Memproduksi
Teks Negosiasi
9. Menyunting
Teks Negosiasi
10.
Mengabstraksi
Teks Negosiasi
11. Mengonversi
Teks Negosiasi
Penjelasan no 4-11: lihat sub bab yang sama pada bab I Teks Prosedur Kompleks, tinggal menyesuaikan
Dirangkum dari berbagai sumber, diantaranya: Kamus Besar
Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia: Ekspresi Diri dan Akademik (depdikbud), dan
Bahasa Indonesia untuk SMA (modul Caraka).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar