Senin, 21 Maret 2016

RANGKUMAN MATERI BAHASA INDONESIA
KELAS X SEMESTER 2 KURIKULUM  2013


BAB I
TEKS PROSEDUR KOMPLEKS
1.  Pengertian Teks Prosedur Kompleks
Teks bersinonim dengan wacana atau bacaan. Prosedur merupakan cara atau langkah dalam melakukan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan kompleks merupakan sesuatu yang rumit. Sesuatu  yang rumit memerlukan penjelasan agar dapat diterima oleh pembaca atau pendengar.
Jadi, teks prosedur kompleks adalah teks/wacana yang berisi langkah-langkah atau tahap-tahap yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan dan setiap tahap harus disertai dengan penjelasan.
Terdapat juga teks prosedur sederhana. Teks ini tidak memerlukan penjelasan tiap langkahnya. Contoh: cara membuat layang-layang, menghidupkan komputer, memasak nasi goreng, dan lain sebagainya.

2.  Struktur Teks Prosedur Kompleks
Struktur teks prosedur kompleks terdiri atas dua hal:
1.    Tujuan
Tujuan berisi hasil akhir yang akan dicapai,  misalnya dengan memperhatikan hal-hal berikut anda tidak akan dirugikan dan mendapat sanksi sesuai dengan peraturan.
2.    Langkah-Langkah
Langkah-langkah berisi tata cara yang harus ditempuh agar tujuan tercapai. Setiap langkah harus disertai penjelasan agar pembaca jelas. Contoh: Pertama, kenali petugas. Dengan mengenali petugas….
Urutan langkah dalam teks prosedur kompleks tidak dapat diubah-ubah.



3.  Kaidah Kebahasaan dalam Teks Prosedur Kompleks
Unsur kebahasaan yang sering digunakan dalam teks prosedur kompleks antara lain sebagai berikut:
a.    Kalimat imperatif (perintah), deklaratif (pernyataan/berita), dan interogatif (tanya)
b.    Konjungsi:
1). Konjungsi yang menyatakan syarat dan pilihan. Keduanya menggunakan konjungsi yang sama, yaitu jika, apabila, dan seandainya.
2). Konjungsi temporal, yaitu konjungsi yang mengacu pada urutan waktu dan sekaligus  menjadi sarana kohesi (kepaduan) teks. Contoh: pertama, kedua, setelah, berikutnya, dan sejenisnya.
c.    Partisipan
Partisipan merupakan tokoh atau pelaku dalam teks prosedur kompleks. Secara umum partisipan berupa manusia, termasukdi dalamnya  kata ganti, seperti –nya, ia, dia, dan lain-lain.
d.    Verba material dan verba tingkah laku
Verba material adalah verba yang mengacu pada tindakan fisik, misalnya menulis, membawa, berjalan, dan sebagainya. Sedangkan, verba tingkah laku adalah verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan dengan ungkapan verbal (bahasa), misalnya menerima, menolak, menharap, dan sebagainya.

Unsur Kesusasteraan
Prosedur Membaca Puisi
Prinsip mendasar yang dikuasai agar dapat membaca puisi dengan baik antara lain:
a.    Volume suara
b.    Artikulasi atau pengucapan
c.    Intonasi yang meliputi penggalan kata dan tinggi rendahnya suara
d.    Gerak tubuh (pantomimik) yang meliputi kaki, tangan, tubuh, dan kepala
e.    Gerak wajah (mimik) merupakan ekspresi yang sesuai dengan karakteristik dan suasana yang digambarkan dalam puisi.
f.     Pandangan mata.


Teknik membaca puisi di atas pentas
a.    Pakaian rapi sesuai dengan tema puisi
b.    Berdiri tegak dan tenang
c.    Menguasai pentas dan penonton dengan mengarahkan pandangan ke seluruh penjuru sambil menganggukkan kepala memberikan penghormatan
d.    Menghayati puisi dengan memahami isi dan pesannya
e.    Membaca puisi dengan artikulasi, volume, dan intonasi yang tepat.
f.     Mengatur napas dengan baik
g.    Memusatkan perhatian pada puisi yang dibaca.

4.  Menginterpretasi Teks Prosedur
Menginterpretasi teks prosedur kompleks berarti memberikan pemaknaan terhadap isi teks. Adapun cara memaknai teks prosedur kompleks adalah sebagai berikut:
1.    Membaca teks secara keseluruhan
2.    Memberikan pemaknaan terhadap kata-kata yang dianggap sulit (istilah teknis dan istilah asing)
3.    Memberikan makna terhadap keseluruhan isi teks sesuai dengan tema yang disajikan.
5.  Membandingkan Teks Prosedur Kompleks
Membandingkan teks prosedur kompleks dapat dilakukan dengan membandingkan dua teks prosedur untuk mengetahui persamaan dan perbedaan yang terkandung di dalam teks tersebut. Hal yang dibandingkan berupa struktur, isi,dan unsur/kaidah kebahasaan
6.  Menganalisis Teks Prosedur Kompleks
Secara umum  analisis dilakukan untuk mengetahui isi setiap tahapan struktur teks.
7.  Mengevaluasi Teks Prosedur Kompleks
Evaluasi teks bertujuan untuk memberikan penilaian atas kelebihan dan kekurangan suatu teks. Unsur yang dievaluasi meliputi struktur teks, kebahasaan, dan isinya.
8.  Memproduksi Teks Prosedur Kompleks
Memproduksi atau menyusun teks berarti menuangkan gagasan dalam bentuk teks prosedur kompleks dengan struktur dan kaidah yang benar.
Langkah-langkah memproduksi teks prosedur kompleks adalah sebagai berikut:
a.    Menentukan tema
b.    Mengumpulkan sumber informasi baik dari media cetak, elektronik, maupun wawancara langsung
c.    Mengembangkan informasi yang telah dikumpulkan ke dalam langkah-langkah yang saling berkaitan.
d.    Menulis teks prosedur kompleks secara utuh
e.    Menentukan judul
9.  Menyunting Teks Prosedur Kompleks
Menyunting adalah suatu kegiatan mengedit, mengubah, atau merapikan susunan letak atau penggunaan bahasa sebuah naskah tanpa mengubah makna. Menyunting merupakan kegiatan merapikan naskah  dengan melihat, membaca, atau memperbaiki naskah secara keseluruhan dari segi tata bahasa maupun segi materi, penyajian, kelayakan, dan kebenaran  isi naskah.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menyunting:
a.    Diksi
b.    Ejaan
c.    Tanda baca
d.    Keefektifan kalimat
e.    Sistematika penulisan
f.     Kebenaran konsep
10.         Mengabstraksi Teks Prosedur Kompleks
Mengabstraksi hamper sama dengan meringkas yaitu mengungkapkan isi bacaan dengan bahasa sendiri tanpa mengubah isinya. Mengabsrtaksi teks prosedur kompleks berarti meringkas teks prosedur dengan mengambil inti setiap langkah prosedur. Hasil abstraksi ini akan menyerupai prosedur sederhana agar lebih mudah dipahami.


11.         Mengonversi Teks Prosedur Kompleks
Mengonversi teks prosedur kompleks berarti mengubah teks prosedur menjadi teks dalam  bentuk lain seperti teks berita, teks dialog, teks cerpen, dan lain-lain.  Meskipun bentuk konversi sudah berubah dari teks asli, isi teks harus tetap sama. Hasil konversi ini digunakan untuk mempermudah pemahaman pembaca sesuai dengan teks yang diinginkan.   


 BAB II
TEKS NEGOSIASI

1.     Pengertian Teks Negosiasi
Negosiasi merupakan bentuk interaksi social yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda. Jadi, teks negosiasi adalah teks yang berisi interaksi dua orang atau lebih untuk mencapai kesepakatan karena terdapat perbedaan kepentingan di antara mereka.
Tujuan negosiasi adalah mengurangi perbedaan posisi setiap pihak.
Negosiasi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung artinya satu pihak berdialog langsung dengan pihak yang lain. Sedangkan, secara tidak langsung artinya salah satu atau kedua belah pihak mewakilkan orang lain. Cara  ini sering disebut juga dengan mediasi.

2.     Struktur Teks Negosiasi
Struktur teks negosiasi sangat sederhana, meliputi tiga hal:
a.    Pembukaan
Bagian ini secara umum berisi salam, perkenalan, dan pengantar singkat.
b.    Isi
Pada bagian ini memuat tujuan pembicaraan, proses pembahasan masalah, dan hasil pembicaraan.
c.    Penutup
Secara umum penutup berisi ungkapan selamat, terimakasih dari kedua pihak, serta salam.
Di samping struktur di atas, juga terdapat struktur negosiasi yang lebih lengkap, kompleks,  dan menjadi rujukan utama seperti berikut ini:
a.    ORIENTASI
b.    PERMINTAAN
c.    PEMENUHAN
d.    PENAWARAN
e.    PERSETUJUAN
f.     PEMBELIAN
g.    PENUTUP
Struktur di atas bersifat fleksibel, artinya bisa kurang dan lebih tergantung kompleksitas objek yang dinegosiasikan.
Negosiasi juga dapat dilakukan melalui surat-menyurat. Bahkan, dapat dilakukan juga melalui media social seperti sms, BBM, facebook, twitter, dan sebagainya.
Agar negosiasi berjalan lancar perlu dilakukan tindakan berikut:
1)    membuat kesepakatan
2)    menyampaikan alasan mengapa harus ada kesepakatan
3)    membandingkan beberapa pilihan
4)    memperjelas dan menguji pandangan yang dikemukakan
5)    mengevaluasi kekuatan dan komitmen bersama
6)    menetapkan dan menegaskan kembali tujuan negosiasi.
Selain itu, untuk menghindari kesalahpahaman dan salah penafsiran, negosiasi harus dilakukan dengan santun, yakni dengan:
a.    mengarahkan pembicaraan pada tujuan praktis
b.    mengengakomodasi perbedaan dari kedua pihak
c.    mengajukan pandangan tanpa memalukan kedua belah pihak
d.    membagi tugas dan tanggung jawab
e.    memprioritaskan dan mengelompokkan saran atau pendapat dari kedua belah pihak.
Ditinjau dari isinya, negosiasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.    menghasilkan kesepakatan
b.    saling menguntungkan
c.    berorientasi pada solusi atau penyelesaian
d.    mengarah pada tujuan praktis
e.    memprioritaskan kepentingan bersama

3.     Kaidah Kebahasaan dalam Teks Negosiasi
a.    Bahasa negosiasi bersifat persuasif. Maksudnya, bahasa yang digunakan untuk meyakinkan lawan tutur bersifat mempengaruhi dan membujuk.
b.    Banyak menggunakan tuturan berpasangan: mengucap salam - menjawab salam, bertanya – menjawab/tidak menjawab, meminta – memenuhi/tidak memenuhi, menawarkan – menerima/menolak, dan sebagainya.
c.    Menggunakan bahasa yang santun, yaitu menunjukkan sikap dan perkataan yang menghargai orang lain.
4.    Membandingkan Teks Negosiasi
5.     Menganalisis Teks Negosiasi
6.     Mengevaluasi Teks Negosiasi
7.     Menginterpretasi Teks Negosiasi
8.     Memproduksi Teks Negosiasi
9.     Menyunting Teks Negosiasi
10.     Mengabstraksi Teks Negosiasi
11.    Mengonversi Teks Negosiasi

Penjelasan no 4-11: lihat sub bab yang sama pada bab I  Teks Prosedur Kompleks, tinggal menyesuaikan
Dirangkum dari berbagai sumber, diantaranya: Kamus Besar Bahasa Indonesia, Bahasa Indonesia: Ekspresi Diri dan Akademik (depdikbud), dan Bahasa Indonesia untuk SMA (modul Caraka).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar